Jumat, 02 Agustus 2013

Tak Akan Aku Ulangi

Suara Alam membangunkanku, burung pak rahman tetangga sebelah sudah mulai menghiasi pagi yang cerah ini. ku bergegas mandi dan ganti baju.. hari ini adalah hari ke empat aku magang disebuah Perusahaan Kecil yang dikelola paman Wanda sahabatku sejak masuk kuliah sampai sekarang. entah apa yang membuatnya tercipta sebagai sahabat yang berhati malaikat.. dari pertama kali aku mengenalnya sampai saat ini raanya belum pernah sekalipun dia mempunyai salah kepadaku.. 3tahun sudah kita menjalin pertemanan bisa dibilang sebagai sahabat, nggak heran kalo orang tua kami saling mengenal satu dengan yang lainnya bahkan sudah seperti saudara..

oh iya sampe lupa, perkenalkan saya Diera.. anak kedua dari empat bersaudara.. Tomi adalah kakakku yang pertama, Rano dan Rani adalah kedua adikku.. pada umumnya anak kembar diidentikan dengan paras kedua anak tersebut mirip dan dan kebanyakan bergender sama namun berbeda dengan yang terjadi pada kedua adikku ini.. mereka lahir dihari yang sama, tanggal yang sama dan tahun yang sama yang membedakan dari mereka hanya waktu keluar dari rahim ibu dan kelaminnya... meskipun mereka berbeda gender namun mereka tetap memiliki beberapa ciri seperti anak kembar pada umumnya.. kami tinggal sirumah yang sederhana peninggalan almarhum ayah, ya.. ayahku meninggal 7 tahun lalu.. 5 bulan setelah ibu melahirkan kedua adikku. kami sekeluarga kaget dengan pernyataan dokter yang menegaskan bahwa ayah meninggal karena penyakit Kanker yang dideritanya sudah menginjak Stadium akhir.. ternyata ayah telah menyembunyikan penyakitnya dengan begitu rapih sampai-sampai kami yang selalu ada disampingnya tidak pernah menaruh curiga kepada beliau.. duka yang begitu dalam kami rasakan ketika ayah maninggalkan kami semua untuk selama-lamanya. dan semenjak ayah meninggal kak tomi lah yang sekarang menjadi tulang punggung keluarga beruntung ibu masih bisa mendapatkan gaji pensiunan ayah sehingga bisa membantu perekonomian keluarga yang sempat collaps setelah kepergian ayah, dan dana itu dimanfaatkan ibu untuk membuka usaha kue dirumah.

"setelah siap, aku bergegas pergi ke tempat magangku.. tak lupa aku membawa 2 kotak kue yang aku jajakan ketempat kerja bila waktu istirhat telah tiba.. yahh,, inilah kegiatanku selama aku menimba ilmu disebuah Univ. Jakarata dan tentu semua ku lakukan atas dasar ijin dari mereka yang mempunyai wewenang memberikan ijin.

#jam istirhatpun tiba
"Die, beli kuenya dong.. ucap Damar sedikit menggoda.. 
"boleh, mau beli berapa bungkus pak... tanyaku centil
Damar adalah salah satu staff office dikantor tempat dimana aku magang.. entah apa yang membuatnya digilai para gadis, bahkan kabarnya dikantor banyak cewek yang suka sama dia tapi aku tidak termasuk dalam daftar tersebut.

memang setiap kali membeli kue yang ku jajakan dia selalu membuat pesona dan menggodaku tapi sampe saat ini aku sama sekali nggak menaruh perasaan appun kedia.. semuanya datar-datar saja...
sampai menginjak awal bulan ke 3 barulah hatiku mulai menaruh perasaan kepadanya.. mungkin karena dia yang selalu perhatian dan sering memberikan waktu luang kepadaku untuk saling share tentang apa yang kita sedang alami... selama ini aku menilai seorang Damar itu salah.. dia buka playboy dia juga bukan tukang gombal yang selama aku nilai darinya.. sekarang barulah tersadar kenapa dikantor tersebut banyak yang menyukainya.. dia begitu perhatian dan begitu peduli.. dia merelakan apa yang dia kerjakan demi membuat hati orang yang dia sayangi bahagia. dan inilah yang aku sedang alami sekarang bersamanya,,, meski kita belum resmi jadian sebagai seorang kekasih namun perlakuannya udah melibihi seorang kekasih yang begitu mencintai kekasihnya alesan itulah kenapa aku ingin sekali menjadi kekasih nyata.

mungkin menjadi harapan untuk menjadi kekasih nyatanya aku kubur dalam-dalam...
karena menginjak bulan ke delapan kita dekat dia belum juga menyatakan cinta dan mengajak pacaran..
mungkin cuma naluri cewek yang gengsi atau apa.. aku nggak bisa untuk menyatakan cinta duluan kepadanya... sempat ku pojokan dia dengan pertanyaan yang menjurus tentang kedekatan kita selama ini namun dia selalu ngeles dan mengalihkan pembicaraan.. 
"mungkin, aku coba cara yang wanda berikan kepadaku yaitu mencoba mencari orang untuk mendekatiku dan melihat respon apa yang damar tunjukan setelah melihatku didekati cowok lain.
Alhasil, semuanya sia-sia.. justru malah damar memberikan jarak.. nggak seperti dulu..
mungkin dia bersikap seperti ini karena cemburu ? atau mungkin dia lakukan semuanya hanya gara-gara dia udah bosen dekat denganku.. semua pertanyaan ku lontarkan pada diriku sendiri hingga diriku tak mampu menampung semua pertanyaan itu..
"die, semua pertanyaan kamu.. cuma damar yang bisa jawab.. bayang-bayang ucapan wanda waktu itu membuatku terdiam sejenak ..

*hari itu sepulang dari kuliah aku dan wanda pergi ke kantor tempat damar bekerja sekaligus bekas tempat magangku dulu..
tapi aku tak menemukannya... menurut berita kantor, damar sudah mengundurkan diri dari perusahaan itu dan nggak ada satu karyawanpun yang tau dimana keberadaan damar sekarang. namun aku diberikan alamat rumahnya yang ada diberkas sewaktu dia melamar kerja. namun rumah itu kosong bagai tak berpenghuni lagi.. 
"mungkin damar sudah benar-benar pergi ke singapure die.. kamu yang sabar ya.. ucap wanda dengan nada miris dan menyabarkanku. 

"entah gimana aku jelasin perasaanku waktu mendengar semuanya... rasanya udah kaya batu es yang disiram dengan air mendidih dan mencair nggak berebntuk lagi...
semua makin kacau setelah damar mengirimkan pesan singkat kepadaku..
"die, aku pamit...
hari ini aku berangkat ke singapure untuk keperluan penting..
da kayaknya aku nggak bakalan kembali ke indonesia.. tolong kamu lupain aku ya...

detak jam tanganku serasa udah nggak berfungsi lagi, entah apa yang terjadi aku juga tak bisa mendengar suara yang ada disekitarku setelah membaca pesan dari damar.
melihat itu wanda langsung memelukku..
pecah air mataku dipelukan wanda hari itu...

hari demi hari ku lewati dengan penuh rasa hampa, entah bagaimana jadinya kalau wanda tidak selalu disampingku,, mungkin aku sudah tertabrak mobil mahasiswa yang sedang melintas.. atau marahi osen gara-gara tidak memperhatikan..
wanda selalu ada disampingku... menginjak seminggu dari kepergian damar aku mulai bisa melupakannya dengan kegiatan yang aku jalani sekarang yaitu membantu mengajar disebuah panti asuhan yang dikelola teman satu kelasku.. aku dan wanda ikut berpastisipasi alam menajarkan beberapa pelajaran kepada mereka.. senyum, tawa dan kehadiran mereka mampu mengusir kesedihanku yang selam ini ku pikul setelah kepergian damar.. namun ditengah kegiatannku mengajar.. aku menelfon dari seseorang yang tak lain itu adalah dari damar.
"die, aku damar.. masih ingatkah kamu sama aku?..
aku cuma mau bilang kalo sabtu besok aku mau tunangan. sambungnya..
oh ya, dia cemburu sama kamu soal foto aku sama kamu yang aku simpan dikamarku..
tolong bilang sama sekarang kalo kita ini nggak pernah ada hubungan apa-apa ya...
"aku hanya diam, air matapun jatuh kembali dan kali ini aku tak bisa membendungnya..
aku masih terdiam, namun damar masih menungguku untuk menjawabnya dan membuat pernyataan kalo aku sama damar nggak pernah ada apa-apa..
mulut ini terasa kaku..otak ini nggak bisa lagi buat berfikir.. hanya tangisan yang mampu ku lakukan hingga akhirnya aku tersipuh dan menjatuhkan telpon genggamku...
wanda yang melihatku spontan panik menghampiriku dan betanya apa yang terjadi.
dan aku masih membisu, hingga wanda mengambil telpon genggamku dan mendengar suara dibalik tepon genggamku.. dia langsung memelukku agar membuatku lebih tenang..
.. terlalu banyak ukiran yang buat damar dihatiku hingga aku masih tak bisa untuk melepas kepergiannya sampai saat ini..
"die, kita kerumah damar dan bilang kedia gimana perasaan kamu kedia selama ini... biar dia tau perasaan kamu sekarang...ajak wanda
yahhh... mungkin pintu perasaan yang aku simpan selama ini sudah tak bisa lagi menampung segala perasaan yang aku miliki untuk damar mungkin sudah saatnya aku bongkar semua perasaan yang aku miliki untuknya... batinku mulai membawaku untuk menerima apa yang sudah terjadi..
*setelah itu aku dan wanda pergi ke alamat rumah yang dulu pernah diberikan kantor tempat dulu aku magang.. diperjalanan aku masih belum bisas tuk bendung semua air mata yang mengalir, dan wanda tak berhenti tuk membuatku lebih tegar hadapi semua perjalanan yng aku lalui saat ini.

*dari kejauhan sebelum sampai didepan rumah damar begitu ramai, banyak kursi-kursi yang dipajang didepan rumahnya hingga memenuhi halaman rumah dan jalan didepan rumahnya... karena tidak memungkinkan taxi yang aku tumpangi sampai kedepan rumah damar, kita turun dua rumah sebelum rumah damar..
langkahku gontai, namun wanda coba untuk membuatku lebih tenang dan bisa kuat saat menemui damar.
sebelum sampai didepan pintu rumah damar, aku dan wanda dikagetkan dengan keluarnya beberapa rombongan pelayat berikut dengan keranda jenazah yang sepertinya akan segera dimakamkan..
.. dan disinilah aku sudah benar-benar tak kuasa menahan air mata lagi setelah melihat seorang gadis keluar rumah dengan membawa foto damar disertai tangisan..
dengan spontan aku menghentikan rombongan tersebut dan menanyakan siapa yang ada dikeranda tersebut,tak lama ada seorang ibu memelukku diiringi isak tangis yang amat dalam.. dan sepertinya itu adalah ibu dari damar..
"kamu diera kan, itu damar nak... anak ibu ... ibu damar coba menjelaskan sedikit terbata-bata diiringi isak tangis..
ya tuhan, apa ini benar,,, apa ini kenyataan yang harus aku terima...
belum sempat aku bicara kalau selama ini aku sangat mencintainya, namun kini aku harus kehilangannya untuk selama-lamanya... dia meninggal karena mimisan yang tempo hari dialaminya, setelah difisum dokter ternyata damar mengalami pendarahan pada bagian selaput hidungnya yang mengakibatkan dia sering merasa pusing dan pingsan.. menurut keterangan dokter penyakit ini cukup langka didunia bahkan sebagian besar yang mengidap penyakit ini 0,1% bisa bertahan hidup hanya beberapa bulan dan sisanya tidak bisa diselamatkan karena penanganan untuk penyakit jenis ini jarang dijumpai dibelahan dunia. dan ternyata dia pergi kesingpure bukan untuk pindah dan menetap disana melainkan dia menjalani perawatan untuk penyakit yang dideritanya 3bulan sebelum mengenalku. damar sengaja tidak memberitahuku tentang apa yang terjadi sebenarnya karena dia tidak mau melihatku bersedih. hal yang paling mengejutkan adalah keluarga damar mengenalku padahal damar tak pernah membawaku kerumahnya untuk sekedar bertemu dan mengenalkan aku ke orang tuanya.
aku terlalu bodoh, untuk tidak mengutarakan apa yang kurasakan selama aku dekat dengannya..
rasa tulus menyayangi dan mencintainya..
rasa dimana aku bisa bangkit dan menerima keceriaan saat aku bersamanya..
disaat aku bisa tertawa lepas, disaat aku bisa menjalani hari-hari penuh tawa bersamanya..
dan kini sudah tak ada waktu lagi untuk ku jelaskan kepadanya.. agar dia tau apa yang kurasakan selama mengenalnya..
penyesalan mungkin yang kini bisa aku terima dan harus bisa kujalani.. meski nurani ini masih belum bisa menerima bahwa sosoknya sekarang telah pergi...
dan jika tuhan berkehendak, aku ingin hidup bersamanya mungkin tidak untuk didunia ini... tapi disurga
dan hanya tangisan yang kuakhiri dalam cerita ini... senyumku mungkinakan terukir kembali hingga tuhan mengirimkan satu malaikatnya lagi untuk bisa aku kenali dan dekati.. jika itu terjadi "aku akan mengucapkannya dan takkan menyimpannya agar semua ini tak kembali terjadi".

SELESAI

(created by anggilesmana)
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

terimakasih atas komentar teman-teman, saya anggap semuanya adalah motivasi bagi saya agar menjadi lebih baik :)

Diberdayakan oleh Blogger.

SUBSCRIBE

Koleksi Gue

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "